Grafik menunjukkan distribusi diagnosis BPJS Kesehatan pada kelompok perempuan untuk tahun 2015, 2019, dan 2024, dengan beberapa diagnosis mendominasi secara konsisten. Functional dyspepsia menempati posisi tertinggi, diikuti oleh gangguan refraksi, gastroenteritis, serta kondisi kronis seperti diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit ginjal kronis. Selain itu, diagnosis kategori Z—yang berkaitan dengan layanan kesehatan seperti pemeriksaan lanjutan, rehabilitasi, dan dialisis—juga memiliki jumlah yang tinggi, menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap layanan tindak lanjut dan manajemen penyakit jangka panjang.
Secara keseluruhan, pola ini mencerminkan dominasi penyakit tidak menular dan kondisi non-spesifik dalam pemanfaatan layanan kesehatan, sejalan dengan tren transisi epidemiologi. Meskipun penyakit infeksi seperti pneumonia dan tuberkulosis masih muncul, kontribusinya relatif lebih kecil dibandingkan penyakit kronis. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem kesehatan, khususnya BPJS, semakin banyak menghadapi beban layanan yang bersifat kronis dan berkelanjutan, bukan hanya kasus akut.
